DUNIA

Sejam Deteksi TB dengan Alat Hibah dari AS

Dengan cara konvensional, deteksi TB-MDR bisa menghabiskan waktu berminggu-minggu.

ddd
Senin, 14 Mei 2012, 16:12 Denny Armandhanu, Indrani Putri
Alat Xpert untuk mendeteksi TB-MDR
Alat Xpert untuk mendeteksi TB-MDR (finddiagnostics.org)

VIVAnews - Badan Bantuan Amerika Serikat (USAID) menghibahkan mesin diagnosa TB-MDR yang dikenal dengan nama Xpert untuk Indonesia. Dengan alat ini, Tuberculosis yang resisten dengan obat dapat dideteksi dalam satu jam.

Cepatnya hasil deteksi TB keluar, ujar pakar mikrobiologi molekuler Andriansjah, akan sangat membantu pasien mendapatkan penanganan yang cepat, sebelum terlambat.

"Dengan teknologi yang baru ini akan cepat karena pengambilan sampel lebih sedikit jika dibandingkan dengan yang lama. Jadi, dengan mesin yg baru ini, kita mengurangi kontak dengan bakteri atau virus," kata Andriansjah di Laboratorium Mikrobiologi FKUI, Senin 14 Mei 2012.

Dengan Xpert, pengerjaan sampel hanya memakan waktu 30 menit dan waktu pembacaannya sekitar satu jam. Dengan metode kultur yang lebih konvensional, deteksi TB jenis ini bisa mencapai berminggu-minggu.

Meski penggunaannya terbilang mudah, namun diperlukan pelatihan khusus untuk dapat mengoperasikan mesin ini. Namun dibanding metode kultur, Xpert juga memiliki kekurangan karena hanya bisa mendeteksi tingkat resistensi. Padahal, pengobatan TB bermacam-macam.

"Yang krusial adalah bagaimana menentukan apakah ia masih sensitif dengan obat yg pertama, sudah kebal, atau kita masukan ke dalam MDA. Jika dengan mesin Xpert ini hanya bisa mendeteksi satu obat penentu MDR. Jadi kalau seandainya dia kebal, kita anggap itu MDR," terangnya.

TB atau tuberculosis adalah penyakit yg ditimbulkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit yang lebih sering menyerang sistem pernafasan ini bisa diobati dalam waktu enam bulan. Pengobatan pasien TB-MDR yang kebal obat memakan waktu lebih dari 6 bulan. Namun selagi pasien rajin berobat, bisa disembuhkan.

Secara global, jumlah penderita TB-MDR mencapai lima persen dari total kasus. Dari seluruh penderita TB di Indonesia, dua persen di antaranya TB-MDR atau cukup rendah jika dibanding dengan Eropa Timur yang mencapai 30 persen. (eh)

 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
amerika ngasih TB " hati-hati ada udang dibalik batu" HAHAHAHAHAH
Balas   • Laporkan
mickymouse
14/05/2012
WAH LAGI2 USA YANG MEMBANTU. YANG PALING DIBENCI OLEH SEBAGIAN BESAR RAKYAT INDONESIA MALAH YANG PALING SERING MEMBANTU. HEBAT. MANA YAH PARA UNTA YANG DI PUJA2 SEBAGIAN BESAR ORANG INDO.
Balas   • Laporkan
cahingisore | 15/05/2012 | Laporkan
nilai bantuan ini tidak ada apa2nya / tidak sebanding dg kekayaan indo yg dikeruk amerika lwt pershan2nya di indo
asri.nazar | 15/05/2012 | Laporkan
dasar pengemis,suka dgn pemberian orang ,amrik itu memberi ada maunya tau...para unta itu tdk memberi krn org punya pilihan apkh syurga ato neraka itu urusan msg2,krn mencari teman yg ikhlas bukan di pancing dgn pemberian
neosack | 14/05/2012 | Laporkan
mereka cuma bsa omdo doang masbroo, mereka bilang saudara tapi ga ada bukti nya, sodara nya pda munafik


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru