DUNIA

28-4-1945: Akhir Tragis Benito Mussolini

Diktator Italia itu dan sejumlah pengikutnya ditembak mati saat akan kabur ke luar negeri

ddd
Sabtu, 28 April 2012, 07:15 Renne R.A Kawilarang
Benito Mussolini dan para pengikutnya setelah ditembak mati, 28 April 1945
Benito Mussolini dan para pengikutnya setelah ditembak mati, 28 April 1945 (Wikimedia Commons / Renzo Pistone)

VIVAnews - Pada 67 tahun yang lalu, Benito Mussolini dan sejumlah pengikut aliran fasis ditembak mati oleh pejuang partisan Italia. Eksekusi mati diktator Italia itu menjadi salah satu babak penting bagi berakhirnya Perang Dunia Kedua di Eropa.

Menurut History.com, Mussolini dan pacarnya, Clara Pettaci, serta sejumlah pengikut berhasil disergap pejuang partisan saat mereka akan kabur dari Italia. Setelah ditembak mati, mayat mereka dipertontonkan di depan umum di Piazzale Loreto, Kota Milan.

Mendirikan Partai Fasis Nasional, Mussolini memerintah Italia dari 1922 hingga tersingkir dari kekuasaan pada 1943. Selama memerintah, rezim Fasis Mussolini menerapkan kebijakan nasionalisme, ekspansionisme, anti sosialisme, dan gencar melancarkan propaganda dan sensor atas hal-hal yang dipandang subversif.

Eksekusi atas Mussolini menjadi pukulan telak bagi Nazi di Jerman. Dikenal dengan sebutan "Il Duce" (sang pemimpin), diktator Italia yang wafat di usia 61 tahun itu merupakan sekutu utama bagi Adolf Hitler, yang mulai mengalami kekalahan perang oleh serbuan Pasukan Sekutu dan Uni Soviet ke Jerman di awal 1945.

Selama Perang Dunia Kedua, koalisi Nazi Jerman dengan rezim fasis pimpinan Mussolini dikenal dengan sebutan Kubu Axis, yang merajalela di Eropa hingga Afrika Utara. Namun, sejak menang perang di Afrika Utara, pasukan Sekutu pimpinan AS da Inggris berhasil masuk ke Semenanjung Italia dan langsung merangsek ke Negeri Spageti itu.

Di sisi lain, rezim fasis Mussolini juga mendapat perlawanan dari kaum partisan yang beraliran kiri. Mereka ingin mengadili Mussolini sebagai penjahat perang. Maka, tidak ada pilihan bagi Mussolini dan pengikutnya selain kabur dari Italia.

Namun, saat menuju ke perbatasan Swiss, mereka mengetahui bahwa penjaga keamanan perbatasan sudah membelot ke kaum partisan. Mussolini lalu mencoba menyamar sebagai perwira militer Jerman yang akan menyeberang ke Austria.

Upaya Mussolini dan para pengikutnya itu tidak berhasil. Pejuang partisan menangkap dan langsung menembak mati mereka di tempat. Dengan truk, mayat Mussolini dan para pengikutnya dibawa ke Milan dan digantung terbalik untuk dipertontonkan ke masyarakat. 

 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
dulkamid
28/04/2012
Benito Andrea Amilcare Mussolini. Anak dari Ibu Katolik taat dan ayah sosialis/atheis yang teguh. Perpaduan yang aneh. Seorang berandalan, playboy sekaligus orator hebat dan megalomaniak. Fasci De Combattimento membawa kejayaanya sekaligus ajal tragisnya.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru