DUNIA

Korut Ancam Ubah "Pengkhianat Seoul" Jadi Abu

"Kami akan melumat semuanya... menjadi abu dalam tiga sampai empat menit."

ddd
Selasa, 24 April 2012, 10:29 Elin Yunita Kristanti
Kim Jong-Un memeriksa pos militer Korea Utara.
Kim Jong-Un memeriksa pos militer Korea Utara. (REUTERS/ KRT via Reuters TV)

VIVAnews - Militer Korea Utara kembali mengeluarkan ancaman akan segera melancarkan "aksi khusus" untuk mengubah pemerintahan Seoul menjadi abu, karena dianggap menfitnah kepemimpinan di Korut.

Korut mengatakan, target serangan mereka adalah "kelompok pengkhianat Lee Myung-Bak, para kriminal, dan 'tikus-tikus', termasuk media konservatif yang menghancurkan opini publik".

"Kami akan melumat semuanya... menjadi abu dalam tiga sampai empat menit, dengan cara yang khas, metode kami sendiri."

Sebelumnya, selama berbulan-bulan Korut menuding Presiden Korea Selatan Lee Myung-Bak secara ekstrem dan mengancam akan melakukan "perang suci" atas penghinaan terhadap mereka.

Memang, belum terbukti ada insiden apapun setelah muncul ancaman itu. Namun, bahasa yang digunakan Korut makin lama makin pedas. "Operasi khusus angkatan bersenjata revolusioner kami akan segera mulai digelar untuk menjawab tantangan ngawur kelompok pengkhianat," demikian pernyataan kantor berita resmi Korut, seperti dimuat News.com.au, Selasa 24 April 2012.

Tak hanya itu, di Pyongyang puluhan ribu orang turun ke jalan Jumat lalu, meneriakkan yel-yel kebencian pada Lee Myung-Bak dan menuntut bayaran nyawa atas pernyataannya yang dinilai menghina Korut.

Apa yang dinilai menghina Korea Utara sampai sumsum tulang itu?

Minggu lalu, Korut meradang atas pernyataan Lee dan media Korsel yang mempertanyakan biaya perayaan ulang tahun, juga uang negara yang dikuras untuk meluncurkan roket yang gagal.

Lee mengatakan biaya peluncuran roket sebesar US$850 juta yang gagal awal bulan ini bisa dipakai untuk membeli 2,5 juta ton jagung untuk memberi makan penduduk Korut.

Meski tak menanggapi langsung ancaman "misi khusus" Korut itu, Juru bicara Gedung Putih Jay Carney menyatakan pihaknya tak bisa membiarkan provokasi itu.

"Perilaku provokatif rezim Korut tak akan memberi makan rakyatnya. Yang terjadi justru sebaliknya," kata dia. "Provokasi itu juga tak bakal membuat ekonomi mereka tumbuh, justru sebaliknya."

Provokasi itu, Carney menambahkan, juga tak akan mengurangi isolasi dunia terhadap rezim itu. Sekali lagi, "yang terjadi justru sebaliknya."

Sebelumnya, Korut juga mengancam akan membalas tindakan Amerika Serikat yang membatalkan kesepakatan untuk memberikan bantuan pangan, terkait peluncuran rudal yang gagal itu. Para ahli meyakini bahwa Korut--di mana Kim Jong-Un berupaya mengokohkan kekuasaannya--akan segera meluncurkan uji coba nuklir di bawah tanah.

Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon juga ikut bersuara. Mantan Menlu Korsel itu mengatakan, ancaman tersebut tak semestinya dikeluarkan. "Tak diharapkan dalam upaya pencapaian perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea," kata dia seperti dimuat Washington Post. (kd)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
neosack
03/05/2012
KOREA UTARA BEGITU BERWIBAWA. MEREKA TAK SUDI NAMA NEGARA MEREKA DIHINA. indonesia mana berani gertak ke tetangga sperti itu.
Balas   • Laporkan
perang boyband aja
Balas   • Laporkan
one.iskandar
24/04/2012
perang bukan solusi.
Balas   • Laporkan
jaka.kelana.125
24/04/2012
no komen
Balas   • Laporkan
Korut Panik karena bantuan makanan yg di janjikan Akmerika dan Korea dibatalkan, sedangkan uji coba rudal gagal sehingga tidak ada bahan untuk mengancam. Kalau perang Konvensional Korut kala telak, Korsel Peralatanya canggih,
Balas   • Laporkan
neosack | 03/05/2012 | Laporkan
tenang korut kn sekutu china, apalgi korut,china, dan rusia itu sekutu dekat psti lah mereka bntu.
peew13 | 24/04/2012 | Laporkan
klo perang konvensional pasti kalah korut.. mereka sadar akan hal tsb, makanya mereka fokus di senjata nuklir, secara daya hancur bisa skala besar dan juga klo hancur bisa bareng2 hancur.. pihak musuh juga akan kena akibatnya.


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru