DUNIA

Kofi Annan Desak Percepatan Damai Suriah

Annan mengatakan bahwa gencatan senjata di Suriah memerlukan tim pengamat tak bersenjata.

ddd
Kamis, 12 April 2012, 23:35 Antique, Febry Abbdinnah
Annan mengatakan bahwa gencatan senjata di Suriah memerlukan tim pengamat tak bersenjata.
Annan mengatakan bahwa gencatan senjata di Suriah memerlukan tim pengamat tak bersenjata. (REUTERS/SANA/Handout)

VIVAnews - PBB dan Liga Arab mengutus Kofi Annan untuk mengatakan pada Dewan Keamanan bahwa Suriah belum sepenuhnya memenuhi ketentuan rencana perdamaian dan mendesak 15 negara untuk menarik pasukannya.

"Annan juga mengatakan bahwa gencatan senjata di Suriah memerlukan dukungan dengan mengutus dua gelombang tim pengamat tak bersenjata untuk memantau pelaksanaan enam poin rencana perdamaian dengan jaminan Damaskus," ujar diplomat Dewan Keamanan yang tidak mau disebutkan namanya seperti dikutip laman Reuters, Kamis 12 April 2012.

Gencatan senjata di Suriah yang telah mendapat dukungan PBB ini bertujuan untuk menghentikan pertumpahan darah sejak pergolakan pecah tahun lalu. Namun, aktivis anti pemerintah tidak melihat adanya tanda-tanda bahwa Presiden Bashar al-Assad menarik pasukannya dari kota-kota yang bergejolak.

Menurut salah satu utusan Dewan, Annan juga sempat mengatakan bahwa tentara Suriah masih berjaga-jaga, lengkap dengan senjata-senjata beratnya di beberapa kota di Suriah. Annan juga mendesak Dewan Keamanan untuk segera menarik mundur tentara dan senjata berat.

Sebelumnya, mantan sekjen PBB ini mengatakan bahwa, "Kondisi Suriah berangsur tenang. Meski hal yang langka, tapi harus dipertahankan."

Dalam pernyataannya tersebut, ia juga mengatakan bahwa Sekjen PBB, Ban Ki-Moon akan meminta persetujuan Dewan Keamanan untuk misi pengamat PBB sesegera mungkin.

"Hal ini akan memungkinkan kita untuk bergerak cepat dalam memulai dialog politik yang akan membahas keprihatinan dan aspirasi rakyat  Suriah," ujarnya.

Rencana enam poin yang diajukan Annan menyerukan gencatan senjata oleh tentara bersenjata Suriah dan pemberontak. Serta, sesegera mungkin melakukan dialog antara pemerintah dan oposisi pada transisi politik di negara itu.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru