Jamin Ketahanan Pangan, ASEAN Gandeng AS
ASEAN tidak ingin kembali ke periode 2007-2008, saat harga pangan melambung tinggi
Dubes AS untuk ASEAN, David Carden, dan Sekjen ASEAN, Surin Pitsuwan (ASEAN Secretariat)
VIVAnews - ASEAN berkepentingan mencegah pasokan komoditi pangan dari kelangkaan dan dari risiko tingginya harga. Itulah sebabnya Perhimpunan Negara Asia Tenggara itu menggandeng AS dalam meluncurkan proyek ketahanan produk pangan di kawasan. Kerjasama ini berlangsung selama tiga tahun.
"Pengalaman pada 2007-2008 saat harga pangan melambung tinggi karena kekhawatiran gagal panen beras, telah membuat ASEAN yakin bahwa ketahanan pangan merupakan isu yang kritis bagi masa depan kawasan ini," kata Sekretaris Jenderal ASEAN, Surin Pitsuwan.
"Negara-negara anggota ASEAN telah menetapkan bahwa komitmen kuat untuk memperbaiki ketahanan pangan merupakan salah satu isu penting," lanjut Pitsuwan dalam pernyataan tertulis yang diterima VIVAnews.
Bersama dengan Duta Besar AS untuk ASEAN, Pitsuwan meresmikan proyek kerjasama fasilitas perdagangan komoditas pangan di Sekretariat ASEAN Jakarta, 29 Maret 2012. Bernama MARKET (Maximizing Agricultural Revenue through Knowledge, Enterprise Development, and Trade), proyek ini bertujuan meningkatkan ketahanan pangan bagi negara-negara anggota ASEAN dan mendukung integrasi kawasan dalam menjamin aliran yang lebih bebas bagi produk dan komoditas pangan.
Proyek MARKET ini akan melibatkan lebih banyak sektor swasta dan partisipasi masyarakat ASEAN dalam memberikan masukan bagi perbaikan ketahanan pangan melalui rangkaian dialog khusus. Dengan membangun situasi dan kondisi yang bisa mengurangi hambatan perdagangan, maka sektor niaga di Asia Tenggara akan meningkat sehingga bisa meminimalisir potensi krisis harga pangan.
"Peningkatan perdagangan sektor pangan akan memperbaiki taraf hidup warga di negara-negara ASEAN dengan mengurangi biaya dan meningkatkan keragaman produk pangan di pasaran," kata Dubes AS untuk ASEAN, David Carden, dalam pernyataan tertulis.
Menurut Carden, perdagangan yang kian intensif akan menciptakan lebih banyak pula peluang, yang akan menyebabkan pengadaan lapangan kerja yang lebih luas, terutama di bidang transportasi, manufaktur, grosir, dan bisnis ritel. "Sektor-sektor itu bergantung pada siapnya pasokan produk pertanian," kata Carden. (hp).
-
Heboh Insiden Celana Dalam Seleb Cantik Dunia (I)
-
Cetak Gol, Ronaldinho Lempar "Granat" ke Suporter
-
Starting XI Pemain Termahal Dalam Sejarah Sepakbola
-
Mantan Selingkuhan Lampard Kapok Tidur dengan Selebriti
-
Cinta Segitiga Mourinho Berakhir Damai
-
Heboh Insiden Celana Dalam Seleb Cantik Hollywood (II)
- Info Momentum
- Misteri Puzzle yang Menyelimuti Antartica
- Tehnik Manusia Terbang dalam Pembuatan Piramida Mesir
- Rahasia Illuminati dalam Uang Rp.10ribu Indonesia
- Orang Aceh Misterius yang Menembak Jend. Kohler pada Zaman Penjajahan
- Misteri Hilangnya 13 Aktifis Menjelang Reformasi
- FOTO dan VIDEO: Festival Olahraga Gulat Gambia
- VIDEO: Behind The Scene Baby Julius di Popular


