DUNIA

29-3-1973: AS Pulangkan Pasukan dari Vietnam

Pemulangan ini terjadi dua tahun sebelum pasukan komunis berhasil mempersatukan Vietnam
Kamis, 29 Maret 2012
Oleh : Renne R.A Kawilarang
Pasukan Marinir AS mengamankan proses evakuasi pada Perang Vietnam

VIVAnews - Pada 39 tahun yang lalu, kontingen terakhir pasukan tempur AS meninggalkan Vietnam Selatan. Ini mengakhiri 12 tahun keterlibatan AS dalam Perang Vietnam. Begitu ditinggal pergi militer AS, pasukan komunis Vietnam Utara berhasil menaklukan Vietnam Selatan pada 30 April 1975 dan akhirnya mempersatukan negeri mereka.

Menurut laman stasiun televisi The History Channel, pulangnya pasukan AS itu mengikuti komitmen yang dibuat pada perjanjian damai di Paris dua bulan sebelumnya. Saat AS memulangkan pasukannya dari Vietnam Selatan, Vietnam Utara harus membebaskan semua tentara Amerika yang mereka tahan selama berperang.

Pada 1961, setelah dua dekade memberi bantuan militer tidak langsung, Presiden John F. Kennedy mengirim sekontingen personel militer AS ke Vietnam untuk membantu perlawanan rezim di Vietnam Selatan terhadap ancaman pasukan komunis di utara.

Tiga tahun kemudian, saat pemerintahan di Vietnam Selatan goyah, presiden baru AS saat itu, Lyndon Johnson memerintahkan serangan udara terbatas di Vietnam Utara dan Kongres memberi mandat pengiriman pasukan berskala besar ke wilayah di Asia Tenggara itu. Pada 1965, Johnson pun mulai mengerahkan lebih dari 300.000 personel militer AS ke Vietnam.

Selama beberapa tahun berikut, AS sibuk dalam kancah Perang Vietnam demi membendung pengaruh komunis di Asia Tenggara. Apalagi pasukan Vietnam Utara saat itu didukung oleh Uni Soviet, yang merupakan seteru AS semasa era Perang Dingin.

Hingga pertengahan 1969, AS mengerahkan pasukan ke Perang Vietnam hingga sebanyak 550.000 orang. Namun bersamaan dengan itu pula muncul serangkaian aksi protes di AS, yang menyatakan bahwa keterlibatan mereka di wilayah asing itu sia-sia dan hanya memakan banyak korban jiwa. 

Protes itu muncul setelah publik di AS menyimak laporan media massa akan petaka kampanye "Serangan Tet" pada 1968. Vietnam Utara secara serentak menggempur habis-habisan semua barak militer AS di Vietnam Selatan. Kendati berhasil ditumpas, serangan itu membawa kemenangan politik dan moral bagi Vietnam Utara dan mengundang kemarahan publik AS atas intervensi pemerintahnya di sana.

Pada Januari 1973, AS akhirnya berkompromi dengan delegasi Vietnam Utara dan Vietnam Selatan dengan menandatangani perjanjian damai Paris, Prancis. Mereka harus memulangkan pasukan dari Vietnam.

Perang Vietnam merenggut banyak korban jiwa dan tampaknya tidak dapat terhitung jumlahnya. Menurut perkiraan, sekitar dua juta tentara dan warga Vietnam tewas. Di akhir 1974, Vietnam Selatan mengungkapkan bahwa di tahun itu saja sedikitnya 80.000 tentara dan warga mereka tewas, jumlah terbanyak per tahun selama Perang Vietnam.

Bagi AS, Perang Vietnam adalah konflik yang terlama dan yang paling tidak populer di luar negeri dalam sejarah AS serta merenggut 58.000 nyawa warga Amerika. 

    

  

TERKAIT
    TERPOPULER
    File Not Found