DUNIA

Survei: RI-Australia Cenderung Menghangat

Pendapat masyarakat Indonesia terhadap kebanyakan negara tetangga lain tidak seramah ini.

ddd
Selasa, 20 Maret 2012, 08:58 Renne R.A Kawilarang
Pertemuan Menlu dan Menhan RI-Australia di Canberra, 15 Maret 2012
Pertemuan Menlu dan Menhan RI-Australia di Canberra, 15 Maret 2012 (REUTERS/Andrew Meares/Pool)

VIVAnews - Suatu survei mengungkapkan bahwa Indonesia kini cenderung menghangat terhadap Australia. Sebaliknya, kebanyakan responden berpendapat China mungkin akan menjadi ancaman militer.

Demikian hasil jajak pendapat Lowy Institute, yang diumumkan Selasa 20 Maret 2012. Lowy Institute merupakan lembaga riset independen internasional yang berbasis di Sydney, Australia. 

Dari sembilan negara asing, secara keseluruhan Australia menempati urutan kedua yang terpercaya untuk bertindak secara bertanggung jawab di kancah dunia. Dan dalam hal perasaan masyarakat Indonesia terhadap 21 negara, Australia menempati urutan keempat, menghangat dari 51 persen pada jajak serupa tahun 2006 menjadi 62 persen pada survei kali ini.

Pendapat masyarakat Indonesia terhadap kebanyakan negara tetangga lainnya tidak seramah ini. Perasaan terhadap Malaysia mendingin, dari 66 persen di tahun 2006 menjadi 53 persen, sedangkan Papua New Guinea (46 persen) dan Timor-Leste (44 persen) keduanya dipandang secara dingin.

“Jajak pendapat ini merupakan tantangan terbaru bagi Australia untuk mempertimbangkan kembali stereotip mengenai Indonesia,” kata Direktur Eksekutif Lowy Institute, Michael Wesley.

Sementara itu, hubungan pemerintahan selama ini cenderung berfokus pada ancaman dan bantuan luar negeri, mayoritas masyarakat Indonesia menginginkan hubungan yang jauh lebih luas yang bergerak di bidang pendidikan (95 persen setuju), kesehatan (92 persen), dan perdagangan (87 persen).

“Temuan ini mengingatkan Australia bahwa Indonesia siap untuk sebuah hubungan yang kaya dan kontemporer. Pertanyaannya adalah: Apakah masyarakat Australia siap?” kata Dr Wesley.

Ancaman China

Indonesia pun dipandang lebih khawatir daripada Australia mengenai kebangkitan China. Mayoritas responden (56 persen) mengatakan bahwa kemungkinan China akan menjadi ancaman militer bagi Indonesia dalam 20 tahun ke depan, sedangkan pada 2011, sebanyak 44 persen masyarakat Australia mengatakan bahwa kemungkinan China akan menjadi ancaman militer bagi Australia.

Jajak pendapat Indonesia yang dilakukan Lowy Institute merupakan sebuah survei dengan jumlah sampel sebanyak 1.289 orang dewasa di Indonesia yang dirancang agar hasilnya representatif bagi hampir seluruh Indonesia. Survei dilaksanakan dengan menggunakan wawancara tatap muka pada 20 November hingga 13 Desember 2011 di Indonesia. (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
Jelas...., walua dulu ada masa-masa buruk, dari sekian banyak tetangga negara, Australia yg paling gak nekoneko, bahkan banyak hal baik yg di dapat selain juga singapur yg semakin mencoba merapatkan ikatan.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru