DUNIA

13 Orang Tewas pada Gempa di Filipina

Gempa memicu longsor, mengubur 30 rumah di bawahnya.

ddd
Senin, 6 Februari 2012, 16:59 Denny Armandhanu
Retakan tanah akibat gempa bumi
Retakan tanah akibat gempa bumi (sciencemediacentre.co.nz)

VIVAnews - Sedikitnya 13 orang tewas dan puluhan lainnya hilang saat gempa 6,8 skala Richter mengguncang Filipina, Senin siang ini. Dilaporkan, gempa memicu longsor dan robohnya rumah di kota Guihulngan, pulau Negros.

Seperti diberitakan MSNBC, sebanyak 30 rumah di kota ini terkubur. Walikota Guihulngan, Ernesto Reyes mengatakan, selain menewaskan belasan orang, sebanyak 29 warga masih belum ditemukan. Mereka diduga terjebak di dalam reruntuhan, atau terkubur longsor

"Situasinya buruk karena mereka terkubur longsor selama satu jam, dua jam, berapa lama mereka bisa bernapas? Tapi kami terus berharap yang terbaik, bahwa masih ada yang selamat," kata Reyes.

Gempa terjadi sekitar pukul 11 waktu setempat. Badan Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan, gempa terjadi di sekitar 70km timur laut kota pesisir Dumaguete dengan kedalaman 46,6km. Longsor juga dilaporkan terjadi di desa Solongon di wilayah La Libertad, juga di pulau Negros.

USGS tidak mengeluarkan peringatan tsunami pasca gempa, namun badan seismologi Filipina mengaku terjadi gelombang tinggi di beberapa wilayah. Lima penginapan dari bambu dan kayu dilaporkan tersapu ombak tinggi di La Libertad. Tidak dilaporkan adanya korban luka akibat peristiwa ini.

Di wilayah ini juga, gedung tiga lantai ambruk. Beberapa anak kecil tewas akibat tertimpa tembok yang rubuh. Dilaporkan, gempa susulan terjadi beberapa kali.

Filipina terletak di cincin Api Pasifik, yang artinya sering terjadi gempa dan letusan gunung berapi. Gempa terbesar di Filipina berkekuatan 7,7 SR terjadi tahun 1990, sebanyak 2.000 orang tewas. (adi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com