DUNIA

Bocorkan Informasi, Mantan Agen CIA Ditangkap

"Pengungkapan rahasia itu bisa membahayakan nyawa petugas bersangkutan," kata bos CIA.
Selasa, 24 Januari 2012
Oleh : Renne R.A Kawilarang
Ilustrasi tahanan

VIVAnews - Pihak berwenang Amerika Serikat menangkap seorang mantan petugas Dinas Intelijen CIA karena membocorkan informasi rahasia kepada jurnalis. Informasi itu menyangkut identitas seorang agen yang sedang bertugas dan detail tentang penangkapan seorang tersangka teroris, Abu Zubaydah.

Menurut kantor berita Reuters, penangkapan itu diumumkan oleh Departemen Kehakiman AS di Washington DC, Senin waktu setempat. Pria yang ditangkap itu adalah John Kiriakou. Kini berusia 47 tahun, Kiriakou pernah bekerja untuk CIA dari 1990 hingga 2004 sebagai petugas intelijen.

Kiriakou juga pernah bekerja sebagai staf senior di kantor Komisi Hubungan Luar negeri Senat dari 2009 hingga Mei 2011. Baru-baru ini, dia menulis buku berjudul "The Reluctant Spy: My Secret Life in the CIA's War on Terror."

Dia dituduh membocorkan informasi rahasia kepada seorang jurnalis pada 2008. Informasi yang dimaksud adalah identitas seorang petugas CIA yang sedang menjalankan tugas rahasia untuk menangkap para tersangka teroris. Para tersangka selanjutnya dibawa ke rumah tahanan yang dikelola AS dan diinterogasi.
 
Kiriakou juga dituduh membocorkan identitas seorang petugas CIA lainnya kepada tiga reporter. Petugas yang dimaksud terlibat dalam penangkapan dan interogasi atas Abu Zubaydah, yang dicurigai sebagai komandan lapangan kelompok teroris al-Qaeda. Dia ditangkap di Pakistan Maret 2002.

Kasus yang menjerat Kiriakou itu muncul setelah nama-nama petugas CIA itu dicantumkan dalam laporan gugatan dari para pengacara pembela terkait kasus tersangka teroris yang ditahan di fasilitas militer AS di Teluk Guantanamo, Kuba.
 
Padahal, pihak berwenang AS mengaku tidak pernah memberikan informasi menyangkut identitas petugas CIA yang tengah bertugas kepada tim pengacara. Namun, nama salah seorang petugas juga muncul dalam artikel di koran The New York Times pada 2008.

Kecurigaan pun mengarah ke Kiriakou. Menurut Departemen Kehakiman, salah seorang jurnalis yang dibantu Kiriakou memberi informasi mengenai identitas petugas CIA kepada seorang penyelidik dari tim pengacara untuk para tersangka teroris.

Kiriakou, melalui pengacaranya, membantah tuduhan itu. Namun, Direktur CIA, David Petraeus, menyatakan bahwa pihaknya sangat berkepentingan untuk tetap melindungi identitas semua petugasnya.

"Pengungkapan rahasia itu bisa membahayakan nyawa petugas yang bersangkutan," kata Petraeus. Sementara itu, Kiriakou berstatus tahanan kota setelah hakim menyetujui jaminan sebesar US$250.000. Status itu membuat Kiriakou dilarang meninggalkan Washington DC. (art)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found