DUNIA

Syahdu, Suasana Natal di Bethlehem

Jumlah pengunjung Bethlehem mencapai 120 ribu orang, meningkat 30% dibanding tahun lalu.

ddd
Senin, 26 Desember 2011, 12:44 Hadi Suprapto, Indrani Putri
Perayaan Natal di Bethlehem
Perayaan Natal di Bethlehem (REUTERS/ Majdi Mohammed/ Pool)

VIVAnews - Perayaan Natal berlangsung syahdu di Bethlehem, Yerusalem, yang menjadi tempat kelahiran Yesus. Hujan dan udara dingin tak menghalangi puluhan ribu pengunjung yang berasal dari seluruh dunia untuk merayakan Natal dengan khusyuk.

Dilansir kantor berita BBC, Minggu 25 Desember 2011, jumlah pengunjung tahun ini mencapai 120 ribu orang atau meningkat 30 persen dibanding tahun lalu. Puncak perayaan ditandai dengan pengadaan Misa Tengah Malam di Gereja Kelahiran yang berusia 1700 tahun, dan diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus.

Misa dipimpin oleh Patriarch Fuad Tawal dari Yordania. Dalam Misa, ia menyerukan pada umat Kristiani di Timur Tengah untuk senantiasa memperjuangkan terwujudnya kebebasan dan demokrasi dalam Revolusi Arab.

Ia juga mendoakan supaya perdamaian bisa segera terwujud di Suriah, Mesir, Irak, dan Afrika Utara. "Wahai Putra Bethlehem, di Tahun Baru ini, kami menyerahkan Timur Tengah, serta para pemuda penuh aspirasi yang sedang frustasi dengan situasi politik dan ekonomi saat ini namun tetap berjuang untuk masa depan yang lebih baik, ke tangan-Mu," kata Patriarch Twal.

Seorang pengunjung asal AS, Irma Goldmith, mengaku senang dapat merayakan Natal di Bethlehem. "Saya menyaksikan perayaan Natal di Bethlehem setiap tahun di TV, namun rasanya ternyata berbeda dengan saat benar-benar berada di sini. Menakjubkan rasanya bisa benar-benar berada di tempat kelahiran Juru Selamat," ujarnya.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas tampak hadir dalam perayaan Natal. "Saya mengharapkan tahun depan bisa menjadi tahun terwujudnya perdamaian di tanah Palestina yang dijajah," ujarnya.

Walikota Bethlehem Victor Batarseh juga mengharapkan, perayaan Natal kali ini mampu mempererat hubungan antar warga Palestina, dan membuat mereka lebih dekat ke impian memiliki negara sendiri.

Natal di Bethlehem ini seolah menjadi kabar yang menyejukkan di tengah-tengah pergolakan yang terjadi di tepi Barat, sisi tempat Bethlehem berada. Suasana yang biasanya penuh aksi kekerasan seolah berhenti saat Natal tiba, berganti dengan kedamaian.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com