DUNIA

Studi: Film Spongebob Tak Cocok untuk Balita

Pihak Nickelodeon menyatakan bahwa Spongebob memang tidak ditujukan untuk usia prasekolah

ddd
Selasa, 13 September 2011, 05:59 Renne R.A Kawilarang, Indrani Putri
Tokoh-tokoh film Spongebob
Tokoh-tokoh film Spongebob (www.spongebobworld.com)

VIVAnews - Serial kartun terkenal, Spongebob Squarepants, ternyata menuai kontroversi bagi anak-anak. Tayangan tentang spons lucu yang tinggal di bawah laut keluaran Nickelodeon tersebut dianggap membuat anak usia prasekolah sulit memusatkan perhatian.

Menurut stasiun berita MSNBC, 12 September 2011, penilaian itu dirangkum dalam sebuah studi yang dipublikasikan jurnal Pediatrics. Studi tersebut menunjukkan, rentang perhatian anak usia prasekolah pada hal lain jadi kacau setelah menyaksikan kartun Spongebob.

Hal yang sama tidak terjadi jika anak-anak tersebut menyaksikan kartun lain, yang lebih realistis. "Zaman sekarang, anak-anak mulai menonton televisi sejak usia empat bulan. Mereka akhirnya jadi terlalu banyak nonton televisi," tulis Dr. Dimitri Christakis, yang mencatat hasil studi tersebut.

Walaupun Akademi Dokter Anak AS menganjutkan supaya anak di bawah usia dua tahun tidak menyaksikan televisi, masih banyak yang berpendapat bahwa menonton televisi diperbolehkan asalkan hanya di saluran pendidikan. Christakis, yang juga seorang dokter anak di Rumah Sakit Anak Seattle, mengungkapkan bahwa kualitas tontonan anak sama pentingnya dengan kuantitasnya.

"Kebanyakan orang tua sekarang terlalu mengkhawatirkan jam yang dihabiskan anak-anak mereka di depan televisi daripada apa mereka tonton. "Hal ini bukan tentang mematikan televisi, melainkan mengubah saluran," kata Christakis.

Tiga Kelompok

Dalam studi tersebut, sekitar 60 anak usia 4 tahun dijadikan obyek penelitian dan dibagi ke dalam tiga kelompok sebelum diberi tes. Kelompok pertama menonton Spongebob selama sembilan menit, kelompok kedua menonton sebuah kartun yang lebih realistis tentang anak usia prasekolah, sementara kelompok ketiga menggambar selama sembilan menit.

Hasilnya, kelompok yang menonton Spongebob mendapat nilai paling rendah. Para peneliti berpendapat, otak anak prasekolah belum mampu mencerna segala fantasi dari kartun yang bertempo cepat itu, sehingga hal ini mengacaukan rentang perhatian mereka.

"Hal ini mengkonfirmasi fakta bahwa para orang tua sengaja membuat anak-anak mereka menyaksikan acara bertempo cepat supaya mereka tidak rewel. Yang terjadi adalah, mereka malah menjadi lebih rewel begitu televisi dimatikan," kata Christakis.

Pihak Nickelodeon menyatakan bahwa Spongebob memang tidak ditujukan untuk anak usia prasekolah, melainkan untuk yang berumur mulai dari enam hingga sebelas tahun. Kartun yang ditujukan untuk anak usia prasekolah, misalnya, adalah Dora The Explorer.

"Mungkin langkah berikutnya yang bisa diambil adalah mencoba mengira-ngira selama apa efek negatif Spongebob bisa bertahan," kata Rachel Barr, psikolog dari Georgetown University.

Melalui penelitian yang pernah dilakukannya, terungkap pula bahwa acara yang tidak ditujukan untuk anak prasekolah akan menimbulkan efek buruk jika ditonton oleh anak prasekolah. (ren)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
reni122
14/09/2011
Iya daripada nonton sinetron Indonesia yg ceritanya itu2 aja, dan film2 yg bertema setaaaaaan aja.....huh sangat tidak berkualitas.
Balas   • Laporkan
putrasemeru
14/09/2011
terus kemana masyarakat mengadu. akses ke badan sensor ngga ada. kita sering dirugikan tayangan2 anak yang ngga bermutu. tolonglah masyarakat ini dibantu menyuarakan kepada pihak2 yang memang menangani masalah kualitas tayangan
Balas   • Laporkan
apa_aja
14/09/2011
ya terkadang di film itu, humor-humor (kelucuannya) cuma bisa dipahami oleh orang dewasa.
Balas   • Laporkan
Squidward Mania
14/09/2011
Menurut saya, Spongebob dapat memberikan pengaruh yang buruk bagi anak-anak karena: memberi teladan bagi anak-anak untuk selalu patuh kepada bos yang serakah seperti Tuan Krab. Makanya saya lebih senang dengan karakter Squidward ketimbang Spongebob!
Balas   • Laporkan
auliamuttaqin
14/09/2011
terlepas cocoknya pada usia berapa, Spongebob adalah kartun yg penuh kreasi dan melatih kita berpikir "out of box".., banyak hal yg gak kepikir secara normal, tapi terjadi :-) Dunia ke depan membutuhkan generasi yg berani ber fantasi..
Balas   • Laporkan
brotherhood87
13/09/2011
dari pada liat sinetron yang kurang mendidik...mending liat Spongebob...
Balas   • Laporkan
byu27 | 13/09/2011 | Laporkan
Setuju!
ompong
13/09/2011
cobalah TV server melihat PENDIDIKAN di sponge-bob ... sponge bob mencontohkan K E B O D O H A N , M E M B L E , sehingga efek pencontohan itu akan cepat MELEKAT di jiwa anak anak ... anak-2 suka melihat-nya tapi apakah itu BAIK ??
Balas   • Laporkan
adindaputrinda | 14/09/2011 | Laporkan
Positifnya ada juga Bos Ompong, Sponge Bob itu penuh dengan kepolosan, kesetiakawanan, kejujuran, ringan tangan, dan imajinasi.
kalau tidak cocok, mengapa saat ini masih ditayangkan?
Balas   • Laporkan
mimi
13/09/2011
emang ga ada bagusnya!
Balas   • Laporkan
Yulianto
13/09/2011
Betul tuh kurang cocok u/ anak2 batita.tidak mendidik, sarat dgn kekerasan, walaupun menghibur..lebih cocok u/ anak2 remaja
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com