DUNIA

Bali Bersiap jadi Koridor Ekonomi Indonesia

Bali adalah pintu gerbang pariwisata dan ketahanan pangan nasional.
Kamis, 21 Juli 2011
Oleh : Denny Armandhanu
Bali

VIVAnews – Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Guritno Kusumo, mengatakan Bali sudah siap menjadi menjadi koridor ekonomi sesuai dengan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Dalam MP3EI itu, Bali ditetapkan ke dalam koridor lima yakni sebagai pintu gerbang pariwisata dan pendukung pangan nasional.

"Secara infrastruktur, Bali saya rasa sudah siap jadi pintu gerbang pariwasata Indonesia dan posisi itu sebenarnya sudah melekat pada Bali. Namun, untuk pemenuhan pangan nasional mungkin harus ditingkatkan lagi upaya ke arah itu,” kata Guritno Kusumo, di sela-sela Rapat Regional Wilayah II Pemberdayaan Koperasi dan UKM di Denpasar, Kamis 21 Juli 2011.

Dari sisi infrastuktur, kata dia, Bali sudah sangat layak memerankan posisi itu karena memiliki Bandara Internasional Ngurah Rai, fasilitas jalan yang memadai dan sejumlah pelabuhan baik kapal penumpang dan kapal barang yang cukup representatif.

Sebagai pintu gerbang pariwisata, Bali harus mampu menjadi simpul kegiatan pariwisata ke beberapa daerah lain di Indonesia terutama untuk kawasan timur Indonesia. ”Agar posisi strategis yang diperankan oleh Bali ini manfaatnya bisa digunakan secara maksimal oleh masyarakat Bali, saya berharap pemerintah daerah Bali mampu menggairahkan koperasi dan UKM yang ada di Bali mengingat bidang usaha ini melibatkan komponen masyarakat secara luas,” kata Kusumo.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Dewa Nyoman Patra mengatakan, pihaknya akan memetakan potensi-potensi yang dimiliki Bali guna mendukung kesuksesan program MP3EI tersebut.

Patra menegaskan, pada tahun anggaran 2012 nanti pihaknya akan makin memberdayakan usaha mikro kecil yang merupakan dasar dari bangunan perekonomian Bali. “Secara bertahap, kami akan memberikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan jiwa entrepreneur atau kewirausahaan masyarakat Bali. Setelah itu, baru kami arahkan mereka membentuk kelompok dan usaha-usaha produktif termasuk menyalurkan mereka ke sumber-sumber pembiayaan seperti bank untuk mendukung usaha mereka,” katanya.

Dorong Usahawan

Pada tahun anggaran 2012 mendatang, kata dia, Pemprov Bali berencana mengalokasikan anggaran masing-masing Rp5 juta untuk UKM yang ada di Bali. Jika alokasi anggaran itu bisa disetujui, pihaknya menargetkan pertumbuhan wirausahawan baru hingga 500 orang yang berintikan para generasi muda Bali.

“Dengan pola ini, kami berharap generasi muda Bali begitu lulus sekolah tidak sepenuhnya berorientasi mencari kerja. Namun, mereka berorientasi untuk menciptakan lapangan kerja minimal untuk diri sendiri dan untuk orang lain,” tegasnya.

Guna memenuhi pencapaian target 500 orang usahawan baru itu, pihaknya akan melakukan road show ke seluruh Bali untuk memberikan pelatihan-pelatihan kepada para calon wirausahawan. Setelah diberikan pelatihan, mereka diharapkan membangun usaha ekonomi produktif dengan bantuan permodalan masing-masing Rp5 juta dari Pemprov Bali.

“Kami sudah merancang program itu untuk dilaksanakan secara intensif pada tahun anggaran 2012 mendatang,” ujarnya. (Laporan: Bobby Andalan | Bali)

TERKAIT
    TERPOPULER
    File Not Found