DUNIA

Arab Saudi Diminta Hentikan Hukuman Mati

Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah terhukum mati di Arab Saudi meningkat pesat.
Minggu, 12 Juni 2011
Oleh : Denny Armandhanu
foto ilustrasi hukuman mati

VIVAnews - Lembaga Amnesti Internasional (AI) menyerukan kerajaan Arab Saudi menghentikan hukuman mati yang mereka lakukan kepada para narapidana. Seruan ini dilayangkan setelah adanya peningkatan yang signifikan pada jumlah terhukum penggal di negara ini dibandingkan tahun lalu.

Dilansir dari laman CNN, Sabtu, 11 Juni 2011, AI melihat kecenderungan peningkatan hukuman mati di Arab Saudi dalam enam minggu terakhir. Menurut data AI, Arab Saudi pada tahun ini saja telah menghukum mati 27 orang. Jumlah ini sama dengan jumlah keseluruhan terhukum mati pada tahun 2010.

Lima di antara para terhukum mati adalah warga asing. Sebanyak 100 narapidana terancam penggal lainnya kebanyakan warga negara asing. Mereka diperkirakan akan segera menemui ajal pada beberapa bulan lagi.

"Pemerintah Arab Saudi harus menghentikan pola yang mengerikan ini, yang menempatkan negara ini berseberangan dengan trend hukuman mati di seluruh dunia," ujar Philip Luther, deputi direktur AI untuk Timur Tengah dan Afrika utara.

AI juga menyayangkan tak adanya prosedur hukum yang jelas bagi para narapidana di negara ini. Mereka mengatakan bahwa beberapa dari tahanan tidak didampingi oleh pengacara pada penyelidikan awal. Beberapa dari mereka, tulis AI, bahkan mengalami tekanan dari para aparat di penjara.

Arab Saudi menempati peringkat keempat dalam jumlah hukuman mati terbanyak setelah China, Iran dan Irak. Sementara itu Amerika Serikat menempati peringkat ke lima.

Menurut data AI, sedikitnya 158 orang, termasuk di antaranya 76 warga negara asing di eksekusi di Arab Saudi pada 2007. Pada 2008, sebanyak 102 orang dieksekusi, 40 warga negara asing. Pada 2009, 69 dieksekusi, 79 di antaranya warga asing. Pada 2010 angkanya kembali menurun, 27 orang dieksekusi, enam warga asing.

 

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found