DUNIA

Umat Salafi dan Koptik Bentrok,Gereja Dibakar

Bentrokan itu menewaskan sedikitnya 12 orang dan 200 lainnya terluka

ddd
Senin, 9 Mei 2011, 07:36 Renne R.A Kawilarang
Demonstrasi umat Kristen Koptik di Kairo, 8 Mei 2011
Demonstrasi umat Kristen Koptik di Kairo, 8 Mei 2011 (AP Photo/Khalil Hamra)

VIVAnews - Bentrokan masyarakat, yang mengaku mewakili kelompok umat Muslim dan Kristen Koptik terjadi di ibukota Mesir, Kairo, Minggu 8 Mei 2011. Bentrokan itu terjadi setelah suatu gereja Koptik Ortodoks, St. Menas, dibakar oleh kelompok fundamentalis sekte Salafi dalam suatu kerusuhan sepanjang Sabtu malam.

Menurut kantor berita Associated Press, kerusuhan itu menewaskan sedikitnya 12 orang dan 200 lainnya terluka. Bentrokan itu berlanjut dengan perang batu antara dua kelompok yang bertikai pada hari Minggu.

Konflik itu merupakan kasus terbaru yang dipicu oleh kebencian yang disebarkan kelompok Salafi atas umat Kristen Koptik. Kendati dianggap sebagai kelompok minoritas, umat Koptik terus melakukan perlawanan sehingga terjadi bentrokan horisontal selama beberapa bulan terakhir.

Dalam satu kasus, seorang pria Kristen Koptik dipotong telinganya oleh kelompok Salafi karena menyewakan apartemennya kepada seorang perempuan Muslim, yang dituduh terlibat dalam prostitusi. Pada Sabtu malam, sebuah gereja dibakar.

Pembakaran itu bermula dari desas-desus di kalangan kelompok Salafi bahwa seorang perempuan Kristen, yang menikah dengan umat Muslim, telah diculik. Dia lalu kabarnya ditahan di dalam Gereja Virgin Mary. 

Insiden itu berlanjut dengan bentrokan antara pendukung kelompok Salafi dengan umat Koptik. Mereka saling melempar batu di distrik kumuh Imbaba dan juga terdengar beberapa bunyi tembakan di wilayah konflik itu. Pada dekade 1990an, kelompok Salafi mencanangkan distrik itu negara di dalam negara, dengan mendeklarasikan "Republik Islam Imbaba.

Memprihatinkannya lagi, pemerintah Mesir tampak berdiam atas konflik selama berbulan-bulan itu. Pemerintah baru Mesir pun tengah berbenah diri setelah rezim Hosni Mubarak berhasil dijatuhkan oleh demonstrasi massa pada 11 Februari lalu.

Itulah sebabnya penduduk Imbaba lalu melampiaskan kemarahan kepada pihak keamanan. Mereka merasa polisi hampir tidak berbuat apa-apa dalam mengatasi bentrokan selama berjam-jam.

"Kami tidak punya pilihan selain mempertahankan diri. Jangan salahkan umat Koptik atas apa yang mereka lakukan," kata pakar Koptik, Youssef Sedhom.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
Irwan
01/06/2011
Tulisan ini seperti provokasi, jika dikatakan kaum salafi berbuat membakar gereja, lalu apa yang di lakukan kaum nasrani itu,,, kenapa tidak ada penjelasan,,, pastilah ada sebabnya,,, mana sumbernya,,,
Balas   • Laporkan
Fransisca Tel
01/06/2011
Gak heran memang karakteristik dan tabiatnya kek gitu, kesalahan pemahaman agama yang terus menjamur dan pimpinan agama tertentu membenarkan kekerasan
Balas   • Laporkan
poci
31/05/2011
percuma...... bertikai dosa di tanggung masing-masing bukan AGAMA yang menanggungnya.
Balas   • Laporkan
mahfud_mame
09/05/2011
fitnah akhir zaman..........................!!!
Balas   • Laporkan
keith
09/05/2011
Semoga Allah memberikan Hidayah bagi orang - orang mencoba menzalami .
Balas   • Laporkan
anggarsolo
09/05/2011
Astaghfirullohaladzim...damaikanlah mereka yg bertikai Yaa Alloh
Balas   • Laporkan
Sariman
09/05/2011
Reni benar. Saya muslim tapi lebih hormat dan cinta pada Non Muslim yang adil dan jujur daripada Muslim yang zalim dan curang (teroris dan koruptor).
Balas   • Laporkan
jiaqu
09/05/2011
Jangan sampai hal ini terjadi di indonesia yah...biarkan mereka saja!! disini kt hidup damai satu dengan yg lainnya.Yang salah jangan ditiru.
Balas   • Laporkan
bahasyir
09/05/2011
Di Mesir, Libanon, Sudan, Rusia, Inggris, Filipina, Thailand, India, Indonesia,pelakunya anda lagi,anda lagi.
Balas   • Laporkan
mafia | 09/05/2011 | Laporkan
betul..orang orang nasrani tidak akan senang...sebelum kau mengikutinya...
wong_alit | 09/05/2011 | Laporkan
Di Irak, Afghan, Palestina, Bosnia, pelakunya "mereka lagi, golongannya ente bahasyir" korbannya ratusan ribu muslim...
wong_alit | 09/05/2011 | Laporkan
Di Irak, Afghan, Palestina, Bosnia, pelakunya "mereka lagi.
r_369
09/05/2011
hey... harusnya kita semua sadar, perbedaan menjadikan hidup indah... menurut saya pribadi, "agama" bisa membuat kita berbeda tetapi keyakinan akan adanya Tuhan menyatukan kita dalam hal berbuat baik dan saling menghargai, hidup damai itu indah.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com