DUNIA

Video Seks, Menteri Australia Kritik Militer

Stres karena direkam saat hubungan intim, kadet itu kini diintimidasi sejawat dan atasan

ddd
Kamis, 7 April 2011, 15:32 Renne R.A Kawilarang
Ilustrasi skandal seks
Ilustrasi skandal seks (VIVAnews/Adri Prastowo)

VIVAnews - Menteri Pertahanan Australia, Stephen Smith, mengritik cara militer dalam menindak skandal video seks yang menimpa seorang perempuan kadet. Menurut dia, pihak akademi militer Australia tampak sengaja mengincar kadet itu dengan menggelar sidang disipliner atas pelanggaran yang lain. 

"Menurut saya sama sekali tidak sensitif dan bodoh bila sidang itu digelar dan saya sudah meminta Kepala Angkatan Bersenjata untuk segera menyarankan apakah mungkin vonis [atas kasus] ini dapat dicabut," kata Smith, seperti yang dikutip stasiun berita ABC Online, 6 April 2011.

Seorang perempuan kadet berusia 18 tahun mengajukan protes setelah temannya, yang juga sesama kadet, merekam adegan seks yang mereka lakukan tanpa sepengetahuan dirinya. Rekaman itu disiarkan lewat internet kepada enam orang lain di ruang sebelah. Mereka tengah menjalani pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Australia.

Itulah yang membuat perempuan kadet itu merasa terpukul dan trauma. Smith bersimpati atas perempuan itu dan menilai insiden tersebut merupakan pelanggaran atas rasa saling percaya. Polisi tengah menyelidiki kasus video seks itu. Smith mendukung bila pria kadet yang merekam video itu harus dipecat dari akademi dan harus ada tindakan atas skandal itu. 

Namun, yang membuat Smith marah, adalah perempuan kadet yang tidak disebutkan namanya itu akhirnya menjadi sasaran tekanan dari para atasan dan rekan sejawat. Menurut harian The Age, kadet itu harus memberi pernyataan maaf karena skandal itu telah mendapat perhatian publik dan mempermalukan mereka.

Menurut harian The Australian, kamar asrama perempuan kadet itu dikotori busa untuk pisau cukur, yang disemprot teman-temannya. Mereka marah karena skandal video itu telah diketahui umum.

Selain itu, Rabu kemarin digelar sidang pengadilan disipliner atas perempuan kadet yang bersangkutan untuk kasus yang lain. Dia mengaku bersalah atas tuduhan mengkir bertugas tanpa mengajukan cuti dan minun-minuman keras Maret lalu. Bagi Smith, sidang itu tidak perlu dilakukan.

"Sidang itu, yang digelar setelah peristiwa-peristiwa tersebut, tidak hanya tidak pantas dan tidak sensitif, dan salah. Itu juga hampir pasti cacat secara hukum," kata Smith.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
tola-tole
08/06/2011
Wanita dimanapun selalu njadi obyek kesalahan, padahal yang salah jelas yang merekam atau si pria...yaaaa
Balas   • Laporkan
tanpabeban
07/04/2011
Bukan internetnya, salah kesimpulan tuh... harusnya disini karena perbuatan yang ga sepatutnya. Kalau ga macem-macem kan ga akan ada apa-apa. Nurman khan hanya beruntung. Padahal ga sepatutnya polisi ditindik lidahnya.
Balas   • Laporkan
aris ortega
07/04/2011
Nah itulah salah satu bahaya dari internet. Ini bentuk intimidasi dengan menyiarkan lewat dunia maya yang bisa diakses semua orang. Beruntung yang tersiar di negeri ini video Nurman Khan, Polisi Gorontalo yang cukup menghibur....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com