DUNIA

NASA Temukan 'Planet Alien', Kembaran Bumi?

Observatorium Kepler menemukan sistem planet mirip tata surya yang diberi nama, Kepler 9.

ddd
Jum'at, 27 Agustus 2010, 11:47 Elin Yunita Kristanti
Gambaran dua planet seukuran Saturnus mengorbit satu bintang
Gambaran dua planet seukuran Saturnus mengorbit satu bintang (NASA| Daily Telegraph)

VIVAnews -- Badan antariksa Amerika Serikat (NASA)  mengumumkan temuan baru yang dihasilkan satelit Kepler,  Kamis 26 Agustus 2010.

Kepler menemukan kelompok planet alien, planet-planet yang tak pernah dilihat sebelumnya itu mengelilingi sebuah bintang -- seperti planet dalam tata surya yang mengelilingi Matahari. Temuan itu dinamakan sistem Kepler 9.

Pengamatan dari observatorium Kepler mengkonfirmasikan dua planet seukuran Saturnus mengorbit sebuah bintang -- dalam jarak sekitar 2.300 tahun cahaya dari Bumi.

Mereka juga mengungkapkan kandidat planet yang mungkin sama ukurannya dengan Bumi dalam sistem yang sama.

Mengapa kandidat? Karena keberadaannya belum terkonfirmasi.

Sampai saat ini, para astronom belum mengkonfirmasi apakah ada planet yang potensial seperti Bumi -- dalam arti bisa menopang kehidupan. Namun, analisa awal mengatakan, planet tersebut punya radius 1,5 kali Bumi.

Observasi lanjutan dari sistem planet tersebut akan membantu menjawab pertanyaan adakah kehidupan di luar Bumi.

"Kami berharap dalam beberapa hari atau minggu, kami bisa memastikannya," kata William Borucki, peneliti utama Keppler di

Pusat Penelitian Ames milik NASA, seperti dimuat laman Space, 26 Agustus 2010.

Untuk kali pertamanya,  analisis pengamatan Kepler juga dikombinasikan dengan waktu transit dan observasi kecepatan radial untuk memperkirakan massa planet-planet alien itu.

Dua planet terbesar dalam sistem ini yang dinamakan Kepler 9b dan Kepler 9c  -- ditemukan memiliki diameter yang hampir sama. Keduanya punya massa dan kepadatan seperti Saturnus.

Namun, dua planet tersebut terlalu dekat dengan bintang -- mirip Matahari, seperti Merkurius yang mengorbit Matahari. Dua planet itu diduga kuat tidak memiliki kehidupan karena sangat panas.

Planet Kepler adalah kelompok planet ke dua yang diumumkan minggu ini. Sebelumnya, astronom Badan Antariksa Eropa (ESO) mengumumkan penemuan 'tata surya' yang terdiri dari tujuh planet yang berjarak 127 tahun cahaya dari Bumi.

Kembaran Bumi?

Para astronot belum menemukan planet mirip Bumi dari observatorium Kepler.

Jika keberadaan planet ketiga mirip yang Bumi sudah ada konfirmasi, planet itu bisa menjadi 'planet terkecil' yang dikenal.

"Kami bisa mengatakan, dalam hal ukuran fisik, ini akan jadi yang terkecil, tapi kami belum mengetahui massanya," kata Matthew Holman, staf direktur divisi teori astrofisika di Harvard-Smithsonian Center, yang mengkonfirmasi temuan Kepper.

Keppler mengungkapkan, planet ketiga ini memiliki radius 11,5 kali Bumi dan memiliki periode orbital sekitar 1,6 hari di Bumi -- lebih pendek dari Kepler-9b dan 9c.

Para peneliti sedang meneliti apakah kandidat 'Kembaran Bumi' mengorbit di bintang yang sama dengan dua planet lain.

"Salah satu pesan dari pekerjaan ini adalah bahwa Kepler membuat kemajuan menuju tujuan untuk menemukan sistem planet yang mirip dengan tata surya kita."

Namun dalam hal kelayakan huni, sistem Kepler-9 mungkin bukan tempat yang tepat untuk mencari kehidupan.

"Planet-planet ini seperti tidak layak huni," kata Holman. Diperkirakan temperatur dua planet terbesar sangat tinggi, sekitar 740 derajat Kelvin (872 derajat Fahrenheit) dan 540 derajat Kelvin (512 derajatFahrenheit).

"Temperatur itu jauh di atas titik didih air, maka diduga kuat itu bukan planet berpenghuni. (hs)

Baca Juga:

Fashion Show Tanpa Busana
Heidi Montag Menyesal Operasi Payudara
Undian Liga Champion: Mourinho Balik ke Milan
Ditemukan 50 Spesies Baru di Laut Indonesia
XL: Kami Tak Bawa Pulang Laba ke Malaysia



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
egy saputra
19/09/2010
Semua hal yg terjadi tidak terlepas dari kehendak Allah SWT.Daripada kita sibuk2 mencari planet yg sama dengan planet Bumi,lbh baik aja kita memelihara planet Bumi tempat tinggal kita ini.
Balas   • Laporkan
husein
17/09/2010
mudah mudah an kalau benar ada bisa membawa kebaikan / keberkahan ummat.
Balas   • Laporkan
karaeng
07/09/2010
Alam Semesta ini yg berisi Triliunan bintang n benda2 angkasa,,,msh terlalu kecil dibanding Zatnya ALLAH yg MAHA BESAR..!!! seharusx kita kagum n takjub ak Kbesaran ALLAH SWT,,,,,,SUBHANALLAH...!!!!
Balas   • Laporkan
paijo
05/09/2010
penelitian yang sia sia mendingan dananya buat orang orang miskin aja, dalam Al QURAN sudah dijelaskan bahwa bumi itu adalah tempat berpijak semua makhluk, jadi tidak mungkin ada makhluk lain yang lebih pintar dari manusia di luar angkasa sana
Balas   • Laporkan
budibudiman
01/09/2010
untuk pergi ke tempat2 yang jauh di luar angkasa harus menggunakan teknologi yang baru.Misalnya pesawat warp(impulse),teleportasi,atau cryogenic.Makanya teknologi manusia harus ditingkatkan,dan kita tidak disibukkan oleh konfrontasi internal.
Balas   • Laporkan
edotsamben
31/08/2010
nanti orang yang pertama tinggal disana jangan dikasih nama ADAM dan HAWA , biar tidak sama dng orang yg pertama di bumi . . . . . . .
Balas   • Laporkan
agus
31/08/2010
127 tahun cahaya..jaraknya dari bumi..pake kapal apa kesananya !!?? ufo kali yah..nebeng sama alien hehe
Balas   • Laporkan
linda
30/08/2010
kalau mmg benar ada bumi lain sebaiknya transmigrasi aja separuh penghuni bumi ini biar ga terlalu padat..
Balas   • Laporkan
edotsamben
29/08/2010
kalo kita punyae satelit kopler,jadi taunya ya kopler terus . .?
Balas   • Laporkan
fachrul
29/08/2010
kalo bener, bisa pindah galaksi dong?
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com