DUNIA

Banjir Kembali Terjang China, 36 Orang Tewas

Awal Agustus, banjir di Gansu juga sempat menelan korban jiwa, sekitar 96 orang.

ddd
Selasa, 17 Agustus 2010, 13:07 Muhammad Chandrataruna
Bencana Banjir di Gansu, China
Bencana Banjir di Gansu, China (AP)

VIVAnews - Tak henti-hentinya bencana alam melanda China. Baru saja diterjang longsor, negari Tirai Bambu itu diterjang banjir. Setidak-tidaknya dilaporkan 36 orang tewas dan 23 orang lainnya hilang akibat hujan lebat di Provinsi Gansu.

Selama Agustus, ini merupakan bencana alam ketiga. Sebelumnya, di tempat yang sama, sekitar 24 orang tewas dan 24 lainnya hilang akibat longsor.

Di awal Agustus, sebuah kabupaten perbukitan Zhouqu di Gansu juga dihantam gelombang lumpur dan menewaskan 96 orang sementara 2.000 lainnya hilang.

Kali ini, menurut agen berita resmi Xinhua, bencana terjadi sejak Gansu mengalami hujan lebat Senin lalu. Tepatnya di kota Longnan, dekat Zhouqu.

Seperti diketahui, di Zhouqu juga sempat mengalami bencana yang menewaskan sekitar 1.254 orang pada 8 Agustus silam. Penyebabnya pun sama, hujan lebat. Sampai saat ini, 490 orang lainnya masih hilang pada bencana tersebut.

Dari temuan Xinhua, sejak 11 Agustus, hujan lebat yang turun di beberapa kabupaten di Longnan City memicu terjadinya tanah longsor. Dilaporkan, banjir kali ini juga memakan korban 295 orang luka-luka dan lebih dari 6.000 rumah hanyut. Kabarnya, banjir juga memporakporandakan jalan raya dan listrik di daerah tersebut.

Hingga berita ini disiarkan, aktivitas yang terlihat di lokasi terjadinya bencana adalah sejumlah buldoser dan derek yang sedang menggali longsor untuk mencari korban yang hilang. "Hujan masih turun. Ini mempersulit upaya penyelamatan petugas yang sedang bekerja," papar Xinhua di laman resminya, Selasa 17 Agustus 2010.

Diperkirakan tinggi air belum akan surut di 8cm hingga hari Kamis nanti.

China memang sering mengalami bencana banjir dan tanah longsor. Namun, di tahun ini, China mengalami yang luar biasa berat. Hujan dan badai setidaknya telah menhilangkan nyawa 1.500 orang sejak awal tahun. Nilai kerugiannya diestimasi mencapai miliaran dolar. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com