DUNIA

Dilelang, Keperawanan dan Keperjakaan

Pembuat film dokumenter membayar 20 ribu dolar kepada siapa yang mau melelang keperawan

ddd
Selasa, 11 Mei 2010, 02:00 Elin Yunita Kristanti
Justin Sisely dan posternya 'Dicari Perawan'
Justin Sisely dan posternya 'Dicari Perawan' (The Daily Telegraph)

VIVAnews - Australia dihebohkan ide gila seorang pembuat film dokumenter yang ingin membuat film tentang pelelangan keperawanan. 

Pembuat sensasi itu adalah Justin Sisely. Dia menghabiskan waktu setahun untuk merekrut gadis perawan atau pria yang masih perjaka, yang bersedia melelang dirinya sendiri.

Yang lebih gila, Sisely berencana membuat acara lelang keperawanan, sebuah tindakan yang diancam sanksi prostitusi di Australia.

Berbicara kepada media untuk kali pertamanya, Siseley  mengaku akan memindahkan obyek pelelangannya ke Amerika Serikat setelah menerima peringatan dari pemerintah negara bagian Victoria, Australia.

Lelang ini, kata dia, akan diselenggarakan di 'kota segala dosa', Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat.

Kata Sisely, para penawar akan bertatap langsung dengan obyek keperawanan yang dilelang, di satu ruangan. Tawaran awal akan disaring melalui online.

Kepada setiap pria atau wanita yang menjual keperawanannya, akan diberikan uang sebesar 20.000 dolar Australia. Mereka juga akan mendapatkan 90 persen dari harga penjualan. Sedangkan 10 persennya diserahkan ke rumah bordil yang menyelenggarakan lelang tersebut.

Sisely yang asal Melbourne ini mengatakan beberapa calon telah mengundurkan diri dari proyek gilanya itu. Demi mendapatkan pengganti, tahun lalu, Sisely menyelenggarakan audisi dan menyebar poster bertuliskan 'Dicari Perawan' dengan mencatut foto Bunda Maria.

"Yang paling berat adalah meminta izn ke orang tua. Mereka membenciku," kata Sisely, seperti dimuat laman Courier Mail, Senin 10 Mei 2010.

Ternyata banyak juga yang berminat melelang keperawanannya. Misalnya, Veronica (21), bukan nama sebenarnya, menceritakan kemarahan orang tuanya ketika dia mengatakan akan menjual dirinya.

Dia berdalih, keikutsertaannya dalam proyek kontroversial ini untuk mencari uang dan mengubah persepsi soal seks.  "Secara teknis, aku memang menjual keperawananku untuk mendapatkan uang -- itu memang bisa diklasifikasikan sebagai prostitusi."

"Tapi, ini bukan sesuatu yang aku lakukan secara terus-menerus, jadi dalam pikiranku aku menanamkan bahwa aku bukan pelacur," kata dia.

Tak hanya perempuan yang berminat. Alex (20) menawarkan keperjakaannya kepada penawar tertinggi. Alasannya, dia ingin menemukan 'seseorang' yang istimewa.

Sementara, Ronan, mengaku frustasi menunggu perempuan yang tepat untuk dijadikan kekasih. Ikut lelang keperjakaan jadi pilihannya.

Lain lagi alasan John. Dia sesumbar bersedia berhubungan seks dengan penawar tertinggi, tak peduli perempuan atau laki-laki.

"Uang adalah insentif, tapi yang paling membuat saya bersemangat, adalah terlibat dalam pengalaman mendebarkan ini," kata dia. 

Proyek Sisely membuat publik yang menjunjung tinggi moralitas marah. Salah satunya senator, Steve Fielding yang mengatakan, proyek Sisely 'absurd, konyol, dan menjijikan'. (mt)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
vikry
02/06/2010
Looo giLa .... gw ikutan dong .... mayan kan 20 dolar .... gw perjaka neh ... eh tapi auk deh brp taun lalu sih iah gw perjaka tapi skarang gga tau deh
Balas   • Laporkan
eki
17/05/2010
emang gak ad barang yang mau digadai...... ///////////????????
Balas   • Laporkan
sugiyanti
17/05/2010
Gokil abizzzzz,,,,,,,,,,,,, hahahaha
Balas   • Laporkan
wira
15/05/2010
menurut g tuh orang masih lebih berotak dari pejabat pejabat kita yang munafik
Balas   • Laporkan
toet
11/05/2010
antek DAJAL...
Balas   • Laporkan
toet
11/05/2010
antek DAJAL...
Balas   • Laporkan
ajjaey
11/05/2010
itulah tanda tandanya mau kiamat sobb ......
Balas   • Laporkan
sofi
11/05/2010
yampunnn,,,,ckckck
Balas   • Laporkan
kaesar
11/05/2010
nitip keperjakaanku bisa ga ya?
Balas   • Laporkan
kaesar
11/05/2010
nitip keperjakaanku bisa ga ya?
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru