DUNIA

Wall Street Ingin Bos The Fed Tidak Diganti

Para investor melihat Ben Bernanke selama ini berperan mengangkat AS dari jurang resesi
Selasa, 26 Januari 2010
Oleh : Renne R.A Kawilarang
Gubernur Bank Sentral AS, Ben Bernanke

VIVAnews - Semua indeks utama harga saham di bursa Wall Street menutup transaksi di hari pertama pekan ini dengan hasil yang memuaskan. Pasalnya, para investor melihat tanda-tanda menguatnya dukungan dari Senat atas pencalonan kembali Ben Bernanke sebagai Gubernur Bank Sentral AS (The Fed).

Di akhir transaksi Senin sore waktu New York (Selasa dini hari WIB), indeks harga saham industri Dow Jones naik 23,88 poin (0,2 persen) menjadi 10,196,86. Indeks Standard & Poor's 500 menguat 5,02 poin (0,5 persen) menjadi 1.096,78. Begitu pula dengan indeks komposit Nasdaq, naik 5,51 poin (0,3 persen) menjadi 2.210,80.

Menguatnya dukungan bagi Bernanke untuk tetap memimpin The Fed merupakan pertanda bagus bagi investor. Mereka melihat bahwa Bernanke selama ini berperan mengangkat AS dari jurang resesi dengan berkali-kali menurunkan tingkat suku bunga hingga mendekati nol persen. Maka, investor pun berharap The Fed terus mempertahankan kebijakan suku bunga rendah.

Pekan lalu, prospek posisi Bernanke masih muram karena belum ada dukungan yang kuat dari para anggota Senat. Itulah sebabnya pasar saham langsung bereaksi negatif sejak Rabu hingga Jumat pekan lalu.

Namun, penasihat Presiden AS, David Axelrod, memastikan bahwa Bernanke mendapat dukungan yang cukup kuat untuk mempertahankan posisinya karena didukung oleh sejumlah senator yang berpengaruh. Masa jabatan Bernanke sebagai gubernur The Fed sebenarnya sudah selesai Minggu kemarin, 24 Januari 2010, sehingga pekan ini para anggota Senat akan menentukan apakah dia tetap lanjut atau tidak. 

Namun, para pelaku pasar tidak ingin ada perubahan besar dalam kepemimpinan The Fed mengingat situasi ekonomi di AS masih belum menentu dan mulai menemukan jalur yang tepat.

Russell Croft, pengamat dari Croft Leominster Investment Management di Baltimore, menilai bahwa pertanyaan saat ini adalah tidak saja menyangkut nasib Bernanke selanjutnya, namun juga mengenai prospek pengetatan aturan perbankan dan reformasi layanan kesehatan yang diperjuangkan Presiden Barack Obama.

Pasalnya, dua isu itu membuat Presiden Barack Obama mendapat sorotan tajam dari pelaku pasar saham dan kubu oposisi dari Partai Republik. "Setiap kali terjadi pergunjungan politik - misalnya kekhawatiran mengenai posisi gubernur The Fed atau isu lain - maka itu akan turut mengguncang pasar," kata Croft. (AP)




TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found