DUNIA

Iran Mulai Latihan Militer Selama 5 Hari

Iran juga berencana mendesain dan memproduksi peluru kendali sendiri

ddd
Senin, 23 November 2009, 08:24 Renne R.A Kawilarang, Anda Nurlaila
Polisi Iran berjaga-jaga di depan Kedubes Inggris di Teheran
Polisi Iran berjaga-jaga di depan Kedubes Inggris di Teheran (AP Photo/Vahid Salemi)

VIVanews - Iran memulai latihan militer yang bertujuan melindungi fasilitas nuklir mereka dari serangan asing. Stasiun televisi setempat melaporkan seorang pejabat militer Iran yakin bahwa mereka bisa menangkal ancaman serangan militer Israel.

Dimulai sejak Minggu, 22 November 2009, latihan militer itu akan berlangsung selama lima hari dan berpusat di sepertiga wilayah Iran, meliputi wilayah tengah, barat dan bagian selatan Iran.

Jenderal Ahmad Mighani, Panglima Pertahanan Udara Iran, menyatakan, latihan perang pesawat militer berlangsung di daerah yang memiliki fasilitas nuklir.  Latihan militer dikuti Pasukan Elit Garda Revolusi, pasukan para militer yang berafiliasi sebagai pasukan seperti halnya tentara.

Amerika Serikat dan para sekutunya di Eropa mengecam tindakan Iran yang meneruskan program nuklirnya. Iran menyangkal hal itu dan berdalih program nuklir hanya untuk kepentingan perdamaian. Sedangkan Israel belum melakukan aksi militer menanggapi program nuklir Iran.

Panglima Angkatan Udara Garda Revolusi Iran, Amir Hajizadeh, Minggu, mengatakan akan bertahan apabila Israel mengancam negaranya. Dia menyatakan  latihan perang ini merupakan perang psikologis.

"Kami yakin mereka tidak mampu melawan kami karena tidak dapat memprediksi reaksi kami,"  kata Hajizadeh seperti uang dikutip dari situs Garda, Sephahnews.

"Jika pesawat tempur mereka berhasil lolos dari sistem pertahanan udara Iran, markas mereka akan kami serang dengan peluru kendali sebelum mereka mendarat," kata Hajizadeh.

Perdana Menteri Iran, Jenderal Ahmad Vahidi,  yang dikutip kantor berita  IRNA mengatakan Iran berencana  mendesain dan memproduksi peluru kendali sendiri. Pernyataannya merespon tertundanya pengiriman peluru kendali anti pesawat terbang dari Rusia, S-300. Perlengkapan ini sangat  dibutuhkan pasukan Iran.

Sementara itu, Israel dan Amerika Serikat menentang perjanjian peluru kendali Iran. Pasalnya ada kekhawatiran akan meningkatkan pertahanan di lokasi pengembangan nuklir, termasuk pengayaan uraniun di Natanz.

Seorang pejabat senior Amerika Serikat menanggapi latihan perang Iran berkaitan erat dengan komunitas internasional. "Kami lebih menyukai Iran memilih jalur diplomasi," kata Ellen Tauscher, Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk pengawasan militer dan keamanan internasional.

"Lebih penting bagi mereka membangun kepercayaan dengan komunitas internasional," katanya pada sebuah konferensi pers di Forum Keamanan Internasional di Nove Scotia. (AP)     



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
aditya pradipta
22/11/2010
masak baru latian perang langsung dikomentarin : "Kami lebih menyukai Iran memilih jalur diplomasi," diplomasi jelas gk akan pernah tercapai, selama tidak ada negara yang berani menekan politik dan agresi israel-amerika
Balas   • Laporkan
bonisatria
19/09/2010
maju trus iran, jgn takut dngn amerika dan israel7a
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com